Patok Nol Kilometer Pontianak: Penanda Jarak dan Penjaga Ingatan Kota

    Patok Nol Kilometer Pontianak di kawasan Siantan Pontianak Utara


     Sore itu, aku berjalan menyusuri kawasan Siantan. Matahari mulai turun, tapi panasnya masih tertinggal di aspal. Aktivitas Pasar Siantan tetap ramai—orang lalu-lalang, suara tawar-menawar bercampur dengan deru kendaraan. Di tengah hiruk-pikuk itu, mataku tertarik pada sebuah benda sederhana yang membuat langkahku terhenti: sebuah patok batu yang berdiri tegak, sunyi, seolah menyimpan rahasia lama.

    Patok itu tidak terlalu tinggi, sekitar 1,26 meter. Namun kehadirannya terasa berbeda. Diam, kokoh, dan seperti ingin berkata, “Aku sudah berdiri di sini jauh sebelum kamu ada.”

    Aku mendekat perlahan. Patok Nol Kilometer Pontianak ini ternyata terbagi menjadi tiga bagian. Bagian paling atas setinggi kurang lebih 29 sentimeter, menghadap ke arah utara, dengan tulisan singkat: PTK 0. Sebuah penanda sederhana, namun sarat makna.

    Di bagian tengah, yang lebih tinggi, terdapat dua sisi muka. Di satu sisi tertulis PTK 0, yang menandai titik Nol Kilometer Pontianak. Di sisi lainnya tertera tulisan MPW 67, yang menunjukkan jarak menuju Mempawah sejauh 67 kilometer. Dari titik inilah perhitungan jarak antarkota dimulai.

    Patok ini bukan sekadar penanda biasa. Ia tidak boleh dipindahkan. Pergeseran sedikit saja akan mengacaukan seluruh perhitungan jarak. Sejak akhir abad ke-19, patok ini telah digunakan sebagai titik awal Jalan Pontianak–Sambas, jauh sebelum kendaraan bermotor menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

    Aku membayangkan suasana masa lalu. Saat kota masih sunyi, ketika perjalanan dilakukan dengan berjalan kaki, perahu, atau kereta kuda. Orang-orang Belanda dengan pakaian putih dan topi rimbanya. Warga kampung melintas sambil memikul hasil kebun. Semua bergerak di jalan yang arah dan jaraknya ditentukan oleh patok kecil ini.

    Bagian paling bawah patok berbentuk balok batu persegi panjang setinggi sekitar 32 sentimeter. Padat, keras, dan tetap tegak meski telah melewati perubahan zaman yang panjang. Justru kesederhanaan itulah yang membuatnya terasa kuat.

    Lokasi Patok Nol Kilometer Pontianak ini sebenarnya sangat mudah dijangkau. Ia berada di Kelurahan Siantan Tengah, Kecamatan Pontianak Utara. Tidak jauh dari dermaga feri Steigher, dekat sebuah gapura berwarna biru dan warung kelontong kecil. Jika datang dari Pasar Siantan, patok ini berada di sisi kiri jalan. Sementara jika menyeberang dari Alun Kapuas menggunakan feri, patok itu akan langsung terlihat di sebelah kanan setelah turun.

    Sering kali kota bercerita bukan lewat bangunan megah atau monumen besar. Ia justru berbicara melalui benda-benda kecil yang kerap kita lewati tanpa menoleh. Patok Nol Kilometer Pontianak adalah salah satunya.

    Ia adalah penanda jarak.
    Ia adalah penjaga memori kota.

    Dan sore itu, Pontianak seolah berbisik pelan:
    “Jika kamu tahu dari mana jarak dimulai, kamu akan tahu ke mana kamu melangkah.”

    Posting Komentar

    Lebih baru Lebih lama