Pasar Kapuas Indah Pontianak: Jejak Prasasti Soeharto dan Bioskop Kapuas 21

    Kawasan Pasar Kapuas Indah Pontianak tempo dulu pusat perdagangan dan hiburan

     


    Kali ini, tim JKJS melakukan penelusuran sejarah berskala kecil di jantung Kota Pontianak. Di balik hiruk-pikuk kota, tersimpan banyak sudut yang menyimpan kisah masa lalu—sebagian masih bertahan, sebagian mulai memudar, dan sebagian lain telah berubah fungsi mengikuti perkembangan zaman. Salah satu kawasan yang menyimpan memori penting tersebut adalah Pasar Kapuas Indah.

    Pasar Kapuas Indah memiliki nilai historis yang tidak banyak diketahui masyarakat luas. Pasar ini diresmikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Soeharto, pada tanggal 23 Oktober 1975. Peresmian tersebut bertepatan dengan Hari Jadi Kota Pontianak yang ke-254, menjadikan kawasan ini sebagai simbol pembangunan dan modernisasi kota pada masa itu.



    Hingga kini, di area Pasar Kapuas Indah masih dapat ditemukan sebuah batu prasasti bertanda tangan Presiden Soeharto. Sayangnya, kondisi prasasti tersebut terlihat kurang terawat. Meski demikian, keberadaannya tetap menjadi bukti otentik yang menandai fase penting perkembangan Kota Pontianak di era Orde Baru.

    Pada masanya, Pasar Kapuas Indah bukan hanya pusat perdagangan, tetapi juga kawasan hiburan dan ruang sosial masyarakat. Aktivitas berlangsung dari pagi hingga malam hari. Warga datang untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari, bersantai, hingga menikmati hiburan bersama keluarga.


    BIOSKOP 21


    Salah satu ikon paling dikenang dari kawasan ini adalah Bioskop Kapuas 21. Bioskop tersebut menjadi tempat hiburan favorit warga Pontianak pada masa jayanya. Meskipun terdapat angka “21” pada namanya, belum ada kepastian apakah bioskop ini memiliki keterkaitan dengan jaringan Cinema 21 nasional atau sekadar kesamaan penamaan.

    Film-film yang diputar di Bioskop Kapuas 21 umumnya merupakan film kelas B, namun dalam beberapa kesempatan bioskop ini juga menayangkan film-film besar, termasuk judul yang sempat diputar dalam premiere show, seperti Die Hard 3. Kehadiran bioskop ini memberi warna tersendiri bagi kehidupan hiburan masyarakat kota pada masanya.


    Seiring berjalannya waktu, kawasan Pasar Kapuas Indah mengalami perubahan fungsi. Lokasi yang dahulu menjadi tempat berdirinya bioskop kini telah bertransformasi menjadi mall layanan publik, sebuah pusat pelayanan masyarakat yang mencerminkan kebutuhan kota modern.

    Perubahan tersebut menunjukkan bahwa ruang kota tidak pernah benar-benar hilang, melainkan terus beradaptasi. Pasar Kapuas Indah menjadi contoh bagaimana sebuah kawasan dapat bergeser peran, namun tetap menyimpan lapisan sejarah yang penting untuk dikenang.

    Bagi Kota Pontianak, Pasar Kapuas Indah bukan sekadar kawasan perdagangan, melainkan bagian dari perjalanan panjang pembangunan kota. Merawat ingatan terhadap tempat-tempat seperti ini berarti menjaga identitas dan memahami bagaimana masa lalu membentuk wajah kota hari ini.

    Posting Komentar

    Lebih baru Lebih lama